YANG BIJAK
November 13, 2009 2 Comments
Ketika lelah menguntai langkah dalam sebuah perjuangan, apa yang ingin kau katakan hari itu ??? Apakah aku cukup puas dengan apa yang aku dapat kan sebab ini sebagai bukti aku telah melakukan sesuatu hari ini atau kah aku merasa ini adalah sebuah upaya kecil yang perlu ku jelaskan pada dunia jika itu adalah bagian teramat penting yang harus di lirik. Lanjutkan lah, sebab aku mulai terlelahkan dan kini saat nya aku terbaring di pembaringan sejati tanpa memikirkan itu lagi. Aku tau setiap makna yang terangkai adalah akhir dari sebuah tepi yang mungkin akan sedikit sulit di mengerti atau pula kali yang kering sebab air nya habis di minum oleh bumi yang telah haus karena dipaksa bekerja keras oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Namun apa itu, diantara nya adalah air,hutan,dan segala hal yang merupakan sekumpulan penghuni bumi raya ini. Pada bagian itu lah awal kehidupan bermula, dimana setiap kandungan yang tergabung didalam nya adalah satu sama lain yang tak terpisahkan atau kisah pada kata lain disebut sebagai simbiosis mutualisme. Manusia tidak akan pernah bisa berhenti mencari, tidak akan bertahan tanpa pendukung, tidak akan ada tempat jika tak kompromi. Namun apa yang terjadi hari ini, bumi sebagai sebuah rangkaian sistem inti sebuah pusat peredaran saling membutuhkan mulai terabaikan. Kekayaan bahasa yang dipacu dengan sistem-sistem modern, saat ini bumi kita sudah disebut-sebut sebagai sebuah tempat yang semakin panas dan tak besahabat, bencana alam bahkan fenomena lain nya kerab melanda sekucur tubuh nya. Global Warming atau pemanasan global adalah bahasa modern yang diadopsi dari kekayaan bumi ini namun tak dipeduli sebab tindakan terpuji sudah mulai sulit ditemui. Pencanangan berbagai program dengan embel-embel Go Green atau menghijaukan bumi ini hanya lah sebatas projek bagi mereka penggarap jantung bumi, namun reality adalah sebuah fakta yang menunjukkan kita semakin terpuruk dengan situasi yang terjadi pada bumi saat ini. Apa yang bijak dari masalah ini, hanya lah lukisan masa depan yang pernah terbayangkan namun tak terjadi, yang pernah diawali namun tak di tindalujuti. Cukup sudah tubuh nya dipanaskan dengan sinaran tajam ultraviolet yang semakin hari mendekati tanpa henti, lelah sudah kulit lapisan yang menembus perut nya di basahi dengan air mata diri nya sendiri. Jika bukan kita siapa lagi, mari selamatkan bumi ini dari bahaya erosi, polusi, dan segala macam yang membuat nya semakin mati.





Salam kenal …
Abied yang sedang belajar bijak
” namun reality adalah sebuah fakta yang menunjukkan kita semakin terpuruk dengan situasi yang terjadi pada bumi saat ini.”
nice post sob, salam kenal yaaa….
http://buraqmanari.wordpress.com/