Jika saya tidak salah mengartikannya, maka ada 2 makna pada kata TENGAH itu. Yang pertama bisa jadi sedang melakukan atau berlansung nya sesuatu, sedangkan yang kedua dapat diartikan sebagai sebuah letak atau posisi keberadaan sesuatu. Setelah hampir beberapa bulan aku mengosongkan ruang tulisku ini, kali ini kucoba mengangkat dan mengupdate kembali berbagai hal yang mungkin layak kutulis dan kubaca, khusus nya bagiku pribadi sebagai sebuah pelajaran dalam perjalanan hidup. Mungkin bagai kamu yang juga membaca tulisan ku ini (sebelum nya aku ucapkan terimakasih) tentu sedikit bertanya, Kenapa tengah dan ada apa dengan Tengah ?? Baiklah, sebelum lebih dalam mengupas makna tengah, Aku juga ingin bertanya satu hal, kepada pribadi ku atau kalian yang mungkin hanya ku kenal lewat dunia maya ini, namun tetap sebagai saudara karena dilahirkan dari nenek moyang yang sama yaitu nabi Adam dan Siti Hawa. Pertanyaan ku simpel dan bisa dijawab dalam hati saja atau juga coment, dan yang menjadi pertanyaan,” Butuhkah keseimbangan dalam sebuah kehidupan, ya khusus nya hidup kita selaku manusia yang mempunyai akal dan pikiran ??” ketika kalian menjawab butuh atau pun tidak, silakan pula kalian pikirkan KENAPA??. Bukan bermaksud menjadi guru atau mendikte kehidupan seseorang, hanya saja ini sebuah pemikiran yang mungkin bisa bermamfaat bagi aku dan juga semua. Berlanjut setelah menjawab itu semua, aku juga kembali bertanya, “Apa yang harus lebih dalam kehidupan kita selaku manusia??”. Mungkin akan ada beribu jawaban yang sama atau juga berbeda kita temukan. Jika pada posisi ini, secara pribadi saya mempunyai jawaban singkat, tapi saya tidak tau bagaimana dengan teman-teman. Jawaban saya adalah ” yang harus lebih itu hanya satu yaitu Akrab dan menyayangi Dia yang telah menciptakan Kita“. Dalam jawaban singkat saya itu, ada makna panjang yang tidak mungkin saya tuliskan saat ini, bahkan mungkin kalian juga tahu seperti apa makna nya. Nah…setelah itu saya juga kembali mengkombinasikan jawaban saya pada pertanyaan kedua dengan pertanyaan pertama, pada pertanyaan pertama saya mempunyai jawaban “hidup itu harus penuh keseimbangan, kenapa karena yang menciptakan kita juga berlaku seimbang kepada seluruh Ciptaan-Nya, dia kita sebut Maha Adil” dan alhasil saya mendapatkan sesuatu yang Bagi saya itu Penting sekali, yaitu kita Manusia selaku mahkluk ciptaan-Nya harus berlaku/ berbuat lebih Kepada Tuhan kita untuk mendapatkan kebaikan dan tempat yang layak kelak nanti, harus berjalan lurus pada posisi tengah agar tidak Bergeser keatas dan bawah atau juga ke kanan dan ke kiri. Posisi tengah diibaratkan sebuah jembatan yang hanya mampu dilewati satu persatu orang, dan ketika kita bisa melewati itu hingga ke ujung jembatan,maka itu lah posisi Lebih yang sebenar nya menjadi tujuan kita. Dalam berjalan tentu kita akan banyak mengalami tantangan dan hambatan, namun ketika posisi kita tetap stabil dan seimbang ( ini adalah bentuk posisi tengah ) maka kenyamanan pun selalu menyertai. Jika didalam kehidupan, saya akan mengibaratkan ini dalam 3 hal yaitu : kaya, sederhana, miskin. Yang mana yang akan kita pilih, tetap kita memiliki jawaban yang berbeda. Sebagian orang mungkin beranggapan, kaya itu lebih nikmat, miskin itu itu lebih baik atau lain sebagai nya. Pada dasarnya sangat jarang kita mengungkap kesederhanaan dalam hidup ini, selalu yang menjadi sorotan adalah miskin dan kaya. Jika kita berkaca kembali, kedua hal yang selalu menjadi sorotan itu bukan lah kesenangan dalam hidup. Kaya, mungkin kita mempunyai harta trilunan rupiah atau US dollar, namun diincar dengan berbagai hal yang diluar pikiran kita dan merusak kenyamanan hidup kita, apakak kita akan tenang menikmati kekayaan itu ??, Miskin..biar sekali makan saja asal bisa hidup dan bertahan untuk esok, apakah kita akan nyaman berada dalam lingkaran itu secara terus menerus?? Tak pendidikan yang bisa kita tempuh, tak ada keahlian yang bisa kita pelajari, maka berartika kata Hidup ini senang walaupun saya miskin?? bagi saya tidak. Bagaimana dengan posisi tengah yang terkadang tak pernah kita hiraukan, sungguh ini adalah posisi yang begitu menakjubkan. Manusia sering terlupa dengan hal ini, sebab kita hanya berfikir hidup ini hanya berangkat dari susah menjadi senang, dari miskin menjadi kaya, sehingga batas ambang pada posisi tengah terlewatkan begitu saja. Sejenak kita merenungkan hidup ini, jika kita berada dalam posisi tengah, apakah kita akan terganggu dengan hal-hal yang lain, apakah akan ada semua yang tidak senang melihat kita, sungguh tidak akan pernah ada. Yang lebih itu hanyalah milik-Nya bukan pada kita, yang lebih cinta dan Akrab kepada Dia bukan pada Dunia yang fana dan sementara.
THanks To!!